Showing posts with label IPA BAB 1. Show all posts
Showing posts with label IPA BAB 1. Show all posts

Wednesday, July 25, 2018

GERAK ESINOM

Gerak Esionom

Gerak esionom adalah gerak tumbuhan yang disebabkan oleh adanya rangsangan dari lingkungan sekitar.
Berdasarkan jenis rangsangannya, gerak esionom dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu tropisme, taksis, dan nasti.
  1. Gerak Tropisme adalah gerak sebagian tumbuhan yang disebabkan oleh rangsangan dari luar dan arah geraknya dipengaruhi oleh arah rangsangannya. Tropisme biasanya diberi nama sesuai dengan jenis rangsangannya. Gerak tropisme yang mendekati arah rangsangan disebut tropisme positif sedangkan gerak tropisme yang menjauhi rangsangan disebut tropisme negatif.
    • Geotropisme/gravitropisme adalah gerak tropisme yang dipengaruhi oleh gaya gravitasi bumi. Charles Darwin adalh orang yang pertama kali mencatat bahwa gerak pertumbuhan akar adalah geotropisme positif karena searah dengan gaya gravitasi bumi. Sedangkan pertumbuhan batang termasuk geotropisme negatif karena berlawanan dengan gaya gravitasi bumi.
    • Hidrotropisme adalah gerak tropisme yang dipengaruhi oleh rangsangan kelembaban atau air. Makhluk hidup memiliki kecendrungan untuk mendekati atau menjauhi air.
    • Tigmotropisme adalh gerak tropisme yang dipengaruhi oleh benda padat. Tumbuhan merambat umumnya tumbuhnya lurus terus menerus hingga ujung batangnya menyentuh sesuatu. Kontak ini menyebabkan lengkungan pada tumbuhan. Sel pada bagian yang bersentuhan dengan benda lain perkembangnya lebih lambat dibandingkan dengan bagian yang tidak tersentuh, sehingga pertumbuhannya emnjadi melengkung. Contoh : Gerak membelit sulur tumbuhan markisa dan mentimun.
    • Fototropisme/heliotropisme adalah gerak tropisme yang dipengaruhi oleh rangsangan cahaya. Umumnya arah tumbuh tumbuhan dipengaruhi oleh cahayanya, khususnya cahaya matahari. Pertumbuhan yang mendekati sumber cahaya disebut fototropisme positif sedangkan yang menjauhi sumber cahaya disebut fototropisme negatif (skototropisme). Contoh fototropisme negatif adalah pada Monstera Sp yang pertumbuhannya mendekati arah gelap.
    • Kemotropisme adalah gerakan tropisme yang dipengaruhi oleh bahan kimiawi/zat kimia. Contohnya : gerak pertumbuhan buluh serbuk sari menuju bakal buah saat berlangsungnya pembuahan.
    2.Gerak Taksis adalah gerak seluruh bagian tumbuhan yang arahnya dipengaruhi oleh sumber rangsangan. Gerak Taksis biasanya dilakukan oleh organisme uniseluler. Berdasarkan jenis rangsangannya, taksis dapat dibedakan menjadi kemotaksis dan fototaksis.
    • Kemotaksis yaitu gerak taksis yang dipengaruhi oleh rangsangan berupa bahan kimia. Contohnya : gerak pada sel sperma tumbuhan berbiji tertutup yang menuju sel telur karena adanya rangsangan senyawa kimia yang diproduksi oleh sel telur.
    • Fototaksis yaitu gerak taksis yang dipengaruhi rangsangan berupa cahaya. Contohnya : Gerak kloroplas pada Spirogyra yang bergerak kedaerah yang terkena cahaya.
    3.Gerak Nasti adalh gerak sebagian tumbuhan akibat rangsangan dari luar, tetapi arah geraknya tidak dipengaruhi oleh arah datangnya rangsangan. Macam gerak Nasti adalah sebagai berikut :
    • Niktinasti yaitu gerak tidur daun tanaman Leguminosae (kacang-kacangan) menjelang petang (gelap) akibat perubahan tekanan turgor pada tangkai daun.
    • Fotonasti yaitu gerak nasti yang sumber rangsangannya berupa cahaya, misalnya mekarnya bunga pukul empat ( Mirabilis jalapa) pada sore hari karena telah memperoleh periode terang yang cukup dari cahaya matahari.
    • Seismonasti/tigmonasti yaitu gerak nasti yang dipengaruhi oleh getaran/sentuhan. Contoh : gerak menutupnya daun putri malu (Mimosa pudica) saat tersentuh akibat perubahan tekanan turgor pada tangkai daun.
    • Termonasti yaitu gerak Nasti yang sumber rangsangannya berupa suhu. Contohnya : mekarnya bunga tulip pada hari-hari yang hangat pada musim semi.
    • Nasti Kompleks yaitu gerak Nasti yang sumber rangsangannya lebih dari satu. Contohnya : membuka tutupnya stomata karena pengaruh kadar air, cahaya, suhu, dan zat kimia.
Sumber:http://ajukeluh.blogspot.com/2015/09/gerak-endonom-esionom-dan-higroskopis.html?m=1

GERAK HIGROSKOPOS

    Gerak Higroskopis
  •  Gerak Higroskopis disebabkan perubahan kadar air.
    Contoh: it
  • Pecahnya buah kapas dan polong-polongan setelah mengering.
  • Membukanya sel anulus pada sporangium tumbuhan paku.
  • Membukanya gigi peristom pada sporangium tumbuhan lumut.
Sumber:http://ajukeluh.blogspot.com/2015/09/gerak-endonom-esionom-dan-higroskopis.html?m=1

GERAK ENDONOM

Gerak Endonom

Gerak endonom adalah gerak tanpa perlu adanya rangsangan dari luar ( Gerak Spontan ). Contoh gerak Endonom ini adalah gerak pertumbuhan daun dan gerak rotasi sitoplasma (siklosis) pada sel-sel daun Hydrilla verticilata yang dapat dideteksi dari gerak sirkulasi klorofil di dalam sel.

Sumber:http://ajukeluh.blogspot.com/2015/09/gerak-endonom-esionom-dan-higroskopis.html?m=1

Tuesday, July 24, 2018

SISTEM GERAK PADA HEWAN

Sistem Gerak pada Hewan Berdasarkan Habitatnya di Bumi
Sistem gerak dari hewan berhubungan dengan struktur rangka tubuh yang dimiliki dan juga habitat tempat tinggalnya, sehingga jenis gerak masing-masing hewan dapat berbeda-beda.
1.  Sistem Gerak pada Hewan Air
Kerapatan air lebih besar daripada kerapatan udara. Hal inilah yang menyebabkan air memiliki gaya angkat lebih besar daripada udara.
Gaya angkat air yang besar dari massa jenis hewan air menyebabkan hewan dapat melayang di dalam air.
Ikan dapat leluasa berenang di dalam air, karena selain massa jenisnya lebih kecil dibandingkan massa jenis air.
Sistem Gerak pada Hewan Berdasarkan Habitatnya di Bumi
Struktur tubuh ikan
Ikan juga memiliki sirip yang membantunya berenang dengan bebas dan memberikan gaya dorong ke depan, sehingga energi yang dikeluarkan untuk bergerak lebih sedikit. Sebagian besar ikan memiliki tubuh berbentuk torpedo. Keuntungan ikan memiliki bentuk tubuh torpedo ini, yaitu ikan dapat meliuk-liuk dengan lincah ke kiri dan ke kanan.
Susunan otot dan tulang belakang ikan bersifat elastis sehingga memudahkan mendorong ekornya saat berada di dalam air. Gelembung yang keluar dari mulut ikan berfungsi untuk mengatur gerakan ikan secara naik turun.
Hewan yang hidup di dua alam, misalnya katak, memiliki kaki yang berselaput untuk membantunya berenang di dalam air. Selaput renang pada katak memudahkan katak berenang dengan lincah di air dengan ditopang oleh bentuk kaki yang panjang, kekar, dan solid.
Sistem Gerak pada Hewan Berdasarkan Habitatnya di Bumi
Rangka katak
Ketika bergerak di darat, katak akan melakukan gerakan melompat dengan lincah, karena katak memiliki banyak sendi di tubuhnya, seperti di pergelangan kaki, pergelangan tangan, pinggul, bahu, siku, dan lutut.
2.  Sistem Gerak pada Hewan Darat
Hewan yang hidup di darat pada umumnya memiliki otot dan struktur tulang yang kuat. Otot dan tulang ini diperlukan hewan darat untuk mengatasi kecenderungan tidak bergerak atau inersia dan juga untuk menyimpan energi pegas untuk digunakan melakukan berbagai aktivitas.
  • Gerak pada reptil
Hewan yang termasuk dalam kelompok reptil, antara lain ular, kadal, cicak, buaya, dan kura-kura. Reptil bergerak dengan cara merayap atau melata, baik pada saat di darat maupun air. Ular, sebagai contoh dari reptil, memiliki struktur tulangyang terdiri dari tulang tengkorak, tulang badan, dan tulang ekor. 
Sistem Gerak pada Hewan Berdasarkan Habitatnya di Bumi
Struktur tubuh ular
Tulang badan ular tersusun atas ratusan ruas tulang belakang dan tulang rusuk ular terhubung dengan tulang belakang yang dibalut oleh otot-otot kuat dan lentur. Struktur tulang inilah yang menyebabkan ular dapat meliuk-liuk di tanah dengan cepat.
  • Gerak pada Mamalia
Kelompok hewan mamalia antara lain kerbau, sapi, gajah, dan kuda. Hewan mamalia yang bertubuh besar, seperti gajah dan kerbau harus melawan inersia yang nilainya juga besar. Tetapi karena perbedaan struktur tulang dan otot kedua hewan tersebut, maka hewan tersebut tetap dapat bergerak dengan lincah.
Sebenarnya, kelincahan hewan mamalia saat bergerak tergantung pada kekuatan kaki belakangnya untuk memberikan dorongan ke depan. Hewan mamalia dengan struktur tulang yang kuat dan kaki yang ramping, seperti kijang dan cheetah akan memiliki elastisitas tinggi saat melompat.
Bentuk kaki yang ramping menjadikan kijang dan cheetah mampu melompat lebih banyak di udara saat berlari kencang.
Sistem Gerak pada Hewan Berdasarkan Habitatnya di Bumi
Kemampuan melompat tinggi pada cheetah
3. Gerak pada Hewan Udara
Setiap hewan udara, misalnya burung, memiliki cara terbang yang berbeda-beda dan unik. Burung memiliki gaya angkat yang besar untuk mengimbangi gaya gravitasi yang menghambat terbangnya. Burung akan mengepakkan sayap saat terbang di udara untuk memperbesar gaya angkat.
Prinsip terbang burung ini menginspirasi dibuatnya pesawat terbang, khususnya pesawat terbang bersayap bersayap bentuk air foil. Sayap pada burung memiliki susunan rangka yang ringan dengan dibekali otot-otot  yang kuat. 
Bentuk sayap air foil pada burung ini menjadikan udara dapat mengalir lebih cepat pada bagian atas sayap. Sebaliknya, udara pada bagian bawah sayap mengalir lebih lambat.
Pada saat sayap dikepakkan, maka udara akan mengalir ke bawah dan dorongan ke bawah tersebut akan menghasilkan gaya yang berlawanan arah, sehingga burung akan dapat  terangkat ke udara atau terbang.

Demikian ulasan tentang Sistem Gerak pada Hewan Berdasarkan Habitatnya di Bumi.

Semoga postingan mengenai Sistem Gerak pada Hewan Berdasarkan Habitatnya di Bumi ini bermanfaat untuk menambah referensi bacaan Anda.

UPAYA MENJAGA KESEHATAN SISTEM GERAK PADA MANUSIA

BERGERAK LEBIH AKTIF UNTUK DAMPAK YANG POSITIF


Tubuh adalah bagian penting dari dirimu, karena itu wajib untuk dijaga kesehatannya. Tanpa tubuh yang sehat dan kokoh, sulit bagimu untuk mejadi versi terbaik dari dirimu. Sama halnya dengan kesehatan tulang, sendi, dan ototmu. Ketiga aspek tersebut bekerja sama untuk memberi dukungan, keseimbangan dan menjaga bentuk tubuhmu, sehingga kamu bisa bergerak dan menjalani aktivitas sehari-hari dengan mudah. Hal pertama yang harus dilakukan untuk menjaganya adalah melalui gaya hidup sehat. Salah satu hal mendasar yang harus kamu terapkan adalah olahraga secara teratur. Dengan melakukan aktivitas ini kamu dapat meningkatkan kepadatan tulang dan membuat otot yang mengelilingi sendi-sendi menjadi kuat.
Banyak motivasi yang dapat membuat seseorang rutin berolahraga, mulai dari keinginan menurunkan atau menambah berat badan, mengecilkan perut, mengecilkan paha, meninggikan badan, dan lain sebagainya. Namun apa pun motivasimu, melakukan aktivitas fisik ini tentu akan membawamu kepada kualitas kesehatan yang lebih baik dan dampak yang positif bagi dirimu. Yuk, mulai berolahraga dengan panduan berikut!
  • Awali olahraga dengan pemanasan dan akhiri dengan pendinginan. Lakukan kira-kira selama 5-10 menit. Saat melakukan pemanasan dan peregangan, lakukan secara perlahan, kira-kira sekitar 20-30 detik.
  • Kamu bisa coba melakukan jalan sehat yang dimulai dengan tempo lambat, kemudian tingkatkan kecepatan berjalan secara bertahap. Jenis olahraga ringan ini baik untuk otot dan sendimu, karena akan membuat otot-otot dan sendi bergerak dan meningkatkan kekuatannya.
  • Kemudian, coba lakukan senam aerobik tiga kali seminggu dengan durasi 20-60 menit setiap kalinya. Senam aerobik mengandung rangkaian gerakan yang dapat mengaktifkan otot-otot tubuh. Jika dilakukan secara teratur dan konsisten, aktivitas ini akan menstimulasi perkembangan tulang dan mengurangi risiko osteoporosis.
  • Bila sudah mulai terbiasa berolahraga, kamu bisa melakukan olahraga yang lebih berat seperti bersepeda, berenang, menari, atau mendaki gunung. Melakukan jenis olahraga tersebut juga akan membuat tulang menjadi sehat dan kuat karena sering dilatih menanggung beban, serta membantu meningkatkan kekuatan dan keseimbangan otot untuk mencegah terjatuh.
  • Ajak teman, keluarga, atau pasangan untuk melakukan olahraga bersama agar lebih bersemangat.
  • Usahakan untuk lebih aktif bergerak di mana pun dirimu berada, salah satunya dengan memilih menggunakan tangga daripada lift atau eskalator. Bila bangunan terlalu tinggi, kamu bisa naik tangga sampai lantai tiga atau empat, kemudian dilanjutkan menggunakan lift.
Sumber:https://www.anlene.com/id/ms/inspire/we-are-more/bergerak-lebih-aktif-untuk-dampak-yang-positif.html?gclid=Cj0KCQjwnNvaBRCmARIsAOfZq-3jcFf1mvyiCxSDJgEhIdObdygglu35T30_iAW9r6Mpkwj4o0FIAOIaArQkEALw_wcB

GANGGUAN DAN KELAINAN PADA SISTEM GERAK MANUSIA DAN UPAYA MENCEGAH SERTA MENGATASINYA

6 Contoh Gangguan-gangguan (Kelainan dan Penyakit) pada Sistem Gerak| Sistem gerak dapat mengalami gangguan atau kelainan. Kelainan pada sistem gerak dapat terjadi karena beberapa hal, seperti bawaan lahir, kekurangan vitamin, atau dapat juga akibat kecelakaan. Berikut adalah 10 contoh gangguan pada sistem gerak:
  • Hypophosphatemic Rickets. Hypophosphatemic Rickets merupakan gangguan dimana tulang menjadi terasa agak menyakitkan dan mudah bengkok karena darah mengandung kadar posfat rendah. Kelainan ini dapat dilihat secara kasat mata, yaitu terlihat dari kaki yang berbentuk seperti huruf O dan huruf X. Gangguan ini tergolong langka dan bersifat menurun melalui gen dominan yang dibawa oleh kromosom X. Tulang dalam pertumbuhannya  membutuhkan posfat, kekurangan posfat akan menyebabkan pertumbuhan pada tulang menjadi tidak sempurna. 

    Penurunan penyakit hypophosphatemic rickets
       
      Gejala penyakit hypophosphatemic rickets yaitu terjadinya pembengkokan pada lengan dan kelainan bentuk pada tulang lainnya, nyeri tulang, dan tubuh yang pendek. Tulang juga dapat menjadi lebih besar saat otot menempel pada ujung tulang sehingga dapat membatasi gerakan persendian. Gejala ini mulai nampak pada tahun pertama setelah kelahiran. Sebaiknya jika bayi menampakkan gejala tersebut orang tua tanggap dengan mengkonsultasikan kepada dokter, jika diperlukan untuk memastikan apakah gejala tersebut merupakan gejala dari penyakit hypophosphatemic rickets maka lakukan tes laboratorium, jika hasil menunjukkan bahwa kadar kalsium dalam darah normal namun kadar posfat rendah maka dapat dipastikan bahwa penyakit tersebut adalah hypophosphatemic rickets.  
       
    hypophosphatemic rickets
    Penderita penyakit hypophosphatemic rickets
       
      Cara mengobati penyakit hypophosphatemic rickets yaitu dengan meningkatkan kadar posfat di dalam darah, dimana akan meningkatkan bentuk tulang normal. Posfat bisa digunakan melalui mulut dan harus dikombinasikan dengan calcitriol (bentuk aktif dari vitamin D). Menggunakan Vitamin D tunggal tidak mencukupi. Jumlah posfat dan calcitriol harus disesuaikan dengan hati-hati karena pengobatan ini seringkali menyebabkan kalsium kadar tinggi di dalam darah, penumpukan kalsium pada jaringan ginjal, atau batu ginjal. Efek ini bisa membahayakan ginjal dan jaringan lain. 
       
    • OsteoporosisOsteoporosis adalah suatu keadaan di mana proses penghancuran tulang lebih cepat dibandingkan dengan proses pembentukan tulang. Akibatnya tulang menjadi keropos karena tulang kekurangan kalsium. Penyakit ini kebanyakan diderita oleh orang yang lanjut usia, terutama wanita. Penyakit Osteoporosis dibedakan menjadi lokal dan umum. Osteoporosis lokal dapat karena kelainan primer di tulang atau sekunder akibat imobilisasi  (kondisi keterbatasan gerak) anggota gerak dalam waktu yang lama. Osteoporosis umum dibagi menjadi osteoporosis umum primer dan sekunder. Osteoporosis primer tipe I dihubungkan pasca menopause, berkisar usia 50-75 tahun, untuk wanita penderita penyakit ini 6 hingga 8 kali lebih banyak dibandingkan pria, hal ini disebabkan karena kadar hormon estrogen dalam tubuh menurun dan juga menurunnya penyerapan kalsium. Osteoporosis umum primer tipe II terjadi pada usia 75-85 tahun, penderita wanita dua kali lebih banyak daripada pria , hal ini disebabkan proses penuaan dan penurunan penyerapan kalsium. Osteoporosis umum sekunder dihubungkan dengan berbagai penyakit yang berakibat pada kelainan tulang, bisa diakibatkan penggunaan obat atau lainnya.  Penyakit osteoporosis dapat dicegah dengan memaksimalkan massa tulang selama usia pertumbuhan, hindari faktor-faktor yang dapat menyebabkan osteoporosis, rajin berolahraga, menerapkan gaya hidup sehat, tidak merokok, tidak konsumsi alkohol, tidak diet yang rendah kalsium. Untuk yang sudah mendapati usia menopause dianjurkan untuk olahraga, mengkonsumsi makan dan minuman yang banyak mengandung kalsium. Massa tulang dapat diukur dengan keakuratan mencapai 88-99% menggunakan "Bone Densitometer". Untuk pengobatan osteoporosis, carilah pengobatan yang bertujuan untu meningkatkan massa tulang, konsumsi kalsium, vitamin D, hormon estrogen pengganti (untuk wanita), kalsitonin, kalsitriol dan sebagainya dengan anjuran dokter.

      Perbandingan kondisi tulang yang normal dengan osteoporosis
      Osteoporosis

        • Rheumatoid Arthritis. Rheumatoid arthritis adalah gangguan yang disebabkan oleh peradangan pada membran sinovial. Radang itu dapat meluas sampai ke kartilago artikular (kartilago yang melapisi perendian). Jika penyakit ini memburuk dapat menyebabkan kerusakan tulang, bahkan persendian dapat terlepas. Penyakit ini dapat menimbulkan rasa sakit yang sangat hebat, dan kerusakan yang dapat ditimbulkan bersifat permanen. Penyakit ini tidak dapat disembuhkan, dalam artian tidak dapat dikembalikan seperti sedia kala, pengobatan yang dilakukan biasanya cenderung untuk menghilangkan rasa sakit.

          Penderita Rheumatoid arthritis

          Penderita Rheumatoid arthritis

          • Kelainan Tulang Akibat Hormonal. Tulang tumbuh memanjang karena rangsangan dari hormon pertumbuhan seperti hormon tiroksin. Hormon Tiroksin akan merangsang metabolisme kalsium yang berakibat pada pertumbuhan memanjang ujung tulang pipa (epifiseal). Jika produsi hormon tersebut terganggu/kurang, maka akan memengaruhi pertumbuhan sehingga tulang tetap pendek. Keadaan ini menyebabkan pertumbuhan tinggi badan yang terhambat atau kerdil. Kelainan ini juga disebut sebagai kretinisme. Jika produksi hormon berlebihan, pemanjangan tulang juga akan tidak normal, sehingga tulang lebih panjang dari sewajarnya. Pemanjangan tulang yang tidak normal ini menyebabkan pertumbuhan raksasa atau yang disebut juga dengan gigantisme. Kelainan tulang akibat hormonal sulit di atasai dan tidak dapat disembuhkan.


          Kretinisme
          Gigantisme
          • Patah Tulang (Fraktura). Retak atau patah tulang dapat terjadi karena suatu benturan atau tekanan yang terlalu keras, selain penyebab tersebut, patah tulang dapat juga terjadi akibat kecelakaan. Tulang yang retak atau patah dapat sembuh kembali, karena tulang dapat membentuk jaringan baru untuk memerbaiki jaringan yang telah rusak. Oleh karena itu, penderita patah tulang, terutama jika usianya masih muda akan lebih cepat sembuh kembali, tetapi jika sambungan tulang yang patah tersebut tidak baik, maka bentuknya juga akan menjadi tidak sempurna dan terlihat cacat. Perlu penanganan yang tepat agar tulang yang patah dapat tersambung kembali dengan baik.

          Tipe-tipe Patah Tulang (Fraktura)
          • Penyakit Tulang Akibat Kebiasaan Posisi Duduk yang Salah. Posisi duduk yang salah dapat mengakibatkan pertumbuhan posisi tulang seorang mengalami kelainan. Kelainan tulang ini dapat terjadi karena kebiasaan posisi duduk yang salah. Contoh kelainan tersebut yaitu kifosis, lordosis, dan skoliosis. Kifosis adalah kelainan pada tulang belakang melengkung ke belakang, sehingga tubuh menjadi bungkuk. Lordosis merupakan kelainan pada tulang belakang bagian perut melengkung ke depan, sehingga bagian perut menjadi maju. Skoliosis adalah kelainan pada tulang belakang melengkung ke arah samping, sehingga tubuh ikut menjadi melengkung ke samping. Penyakit ini dapat dicegah dengan cara membenarkan sikap duduk yang benar, agar pertumbuhan dan bentuk tulang tetap baik dan teratur.
          Penyakit Tulang Akibat Kebiasaan Posisi Duduk yang Salah (Skoliosis, Kifosis, Lordosis
          Sumber:http://www.belajarbiologionlinemudah.com/2015/05/6contohpenyakitdankelainanpadasistemgerakdancaramengobatinya.html

          SISTEM GERAK OTOT

          Sistem Gerak Otot

          Otot menempel pada rangka (tulang) dan berperan untuk menggerakkan tulang. Cara kerja otot dibedakan menjadi sadar dan tidak sadar, tergantung dari jenis otot. Jenis otot tersebut meliputi otot polos, otot lurik, dan otot jantung. Gerak yang dilakukan otot dapat berupa gerak sinergis dan gerak antagonis.
          Ulasan yang akan dibahas di sini adalah janis-jenis otot dan gerak yang dilakukan otot. Uraian materi akan diawali dengan jenis-jenis otot. Simak ketiga jenis otot dan ciri-ciri yang dimiliki otot pada penjelasan di bawah.
          Tiga Jenis Otot
          1. Otot Polos
            Jenis otot pertama yang akan dibahas adalah otot polos. Bentuk dari otot polos adalah gelondong, menggelembung pada bagian tengah dan meruncing pada bagian ujung. Jumlah initi pada otot polos adalah 1 (satu), terletak di bagian tengah. Sesuai dengan namanya, warna yang dimiliki otot polos adalah polos. Otot polos bekerja secara tidak sadar.
            Gambar dan kriteria otot polos dapat dilihat pada gambar di bawah.
            otot polos

          2. Otot Lurik
            Berikutnya adalah otot lurik. Bentuknya berupa silindris dan memanjang. Jumlah inti pada otot lurik adalah banyak dan terletak di tepi. Otot lurik bekerja secara sadar dan cepat dalam merespon rangsang. Otot lurik banyak dijumpai melekat pada tulang.
            Gambar di bawah merupakan gambar dan ciri-ciri otot lurik.
            otot lurik

          3. Otot Jantung
            Ulasan tentang jenis otot selanjutnya yang akan dibahas adalah otot jantung. Bentuk otot jantung adalah silindris dan bercabang. Memiliki warna lurik dan membentuk anyamana. Otot jantung bekerja secara tidak sadar dan lambat dalam merespon rangsang. Otot jantung hanya terdapat di jantung.
            Berikut ini adalah gambar dan kriteria otot jantung.
            otot jantung
          Setelah membahas tiga jenis otot dalam sistem gerak pada manusia, berikutnya akan diulas temtang sifat kerja otot. Ada dua cara yang dilakukan otot dalam melakukan fungsi sistem kerja. Kedua sifat kerja otot tersebut adalah antagonis dan sinergis. Masing-masing sifat kerja otot akan dijelaskan lebih lengkap pada uraian di bawah.
          Sifat Kerja Otot
          1. Antagonis (berlawanan): merupakan sifat kerja otot yang saling berlawanan. Contoh otot dengan sifat kerja antagonis terdapat pada otot bisep dan otot trisep, gerak otot untuk menengadah dan menelungkup telapak tangan.
          2. Sinergis (saling kerjasama): merupakan sifat kerja otot yang sama. Contoh sifat kerja otot sinergis terdapat pada otot pronator teres dan pronator kuadratus pada telapak tangan.
          Sumber:https://idschool.net/smp/sistem-gerak-pada-manusia-rangka-sendi-dan-otot/

          PERSENDIAN

          Persendian

          Persendian dibedakan menjadi 3 (tiga), yaitu sendi mati (inartrosis), sendi kaku (amfiatrosis), dan sendi gerak (diartrosis). Semua jenis sendi melakukan fungsinya sebagai penghubung antar tulang (rangka) dan tersebar di seluruh tubuh. Selain pembagian tiga persendian di atas, terdapat 5 (lima) sendi yang masuk dalam pengelompokan sendi gerak. Kelima persendian dalam sendi gerak tersebut adalah sendi engsel, sendi pelana, sendi putar, sendi peluru, dan sendi geser.
          Macam-macam sendi yang telah disinggung di atas akan dijelaskan lebih lengkap pada ulasan di bawah.
          Inartrosis/Sendi Mati
          Hubungan antartulang yang tidak memungkinkan adanya gerakan. Contoh: antartulang tengkorak.
          Amfiatrosis/Sendi Kaku
          Hubungan antartulang yang memungkinkan gerakan terbatas. Contoh: antara tulang rusuk dengan tulang dada.
          Diartrosis/Sendi Gerak
          Hubungan antartulang yang memungkinkan terjadinya banyak gerakan. Sendi gerak dibedakan menjadi 5, yaitu sendi engsel, sendi pelana, sendi putar, sendi peluru, dan sendi geser. Penjelasan lebih lanjut dan letak bagian masing-masing sendi dapat dilihat pada daftar di bawah.
          1. Sendi Engsel: memungkinkan gerakan satu arah.
            Contoh: siku, lutut, ruas antar jari
          2. Sendi Pelana: memungkinkan gerakan dua arah.
            Contoh: persendian pada hubungan antara tulang ibu jari dan tulang telapak tangan.
          3. Sendi Putar: memungkinkan gerakan memutar.
            Contoh: tengkorak dengan tulang atlas, radius dengan ulna.
          4. Sendi Peluru: memungkinkan gerak ke segala arah.
            Contoh: tulang lengan atas dengan gelang bahu, tulang paha dengan gelang panggul.
          5. Sendi Geser: memungkinkan gerakan melengkung ke depan, belakang, atau memutar.
            Contoh: tulang pergelangan kaki, hubungan antar tulang belakang.
          Sumber:https://idschool.net/smp/sistem-gerak-pada-manusia-rangka-sendi-dan-otot/

          SISTEM GERAK RANGKA/TULANG

          Sistem Gerak (Rangka/Tulang)

          Fungsi utama rangka/tulang adalah menegakkan tubuh. Tulang dapat menjadi alat gerak karena adanya otot, yang berperan sebagai alat penggeraknya. Dalam tubuh manusia, jumlah tulang yang dimiliki adalah \pm 206 ruas tulang. Terdiri atas variasi ukuran dan bentuk. Penyusun tulang adalah kalsium, berbentuk garam yang melekat dengan bantuan kolagen.
          Pembahasan materi di sini meliputi fungsi rangka, pengelompokan rangka, dan struktur rangka.
          Fungsi rangka:
          1. Alat gerak pasif
          2. Pembentuk dan penegak tubuh
          3. Tempat melekatnya otot
          4. Pelindung bagian tubuh yang penting
          5. Tempat pembentukkan sel darah merah
          Pengelompokan rangka berdasarkan jenisnya:
          1. Kartilago/Tulang Rawan
            • Tulang Rawan Hialin
              Sifat: lentur, semi transparan, dan matrik berwarna putih kebiruan.
              Letak: antara tulang rusuk dan tulang dada.
            • Tulang Rawan Elastis
              Sifat: lentur, warna matrik keruh kekuningan.
              Letak: daun telinga, laring, dan eusthacius.
            • Tulang Rawan Fibrosa
              Sifat: kaku, kuat, warna matrik gelap dan keruh.
              Letak: di antara ruas tulang belakang.

          2. Tulang Keras (Osteon)
            • Tulang pipa
              Sifat: panjang, tengahnya berongga
              Contoh: paha, lengan atas, kering, betis, hasta, dan pengumpil.
            • Tulang pipih
              Sifat: pipih
              Contoh: belikat, tulang dada, rusuk
            • Tulang pendek
              Sifat: pendek dan bulat
              Contoh: pergelangan tangan dan kaki
            • Tulang tak beraturan
              Sifat: bentuknya tidak beraturan
              Contoh: ruas-ruas tulang belakang

          Susunan Rangka
          Susunan rangka dikelompokkan menjadi rangka aksial (sumbu tubuh) dan rangka apendikular (anggota tubuh). Rangka aksial meliputi tengkorak, tulang belakang, tulang dada, dan tulang rusuk. Sedangkan rangka apendikular meliputi tulang bahu, tulang panggul, tulang anggota gerak atas, dan tulang anggota gerak bawah. Masing-masing bagian akan ditunjukkan melalui gambar-gambar di bawah.
          1. Rangka aksial (sumbu tubuh)
            Rangka aksial meliputi tengkorak, tulang belakang, tulang dada, dan tulang rusuk.
            • Tengkorak
              tulang tengkorak

            • Ruas Tulang Belakang
              ruas tulang belakang

            • Tulang Dada dan Tulang Rusuk
              tulang dada dan tulang rusuk

          2. Rangka Apendikular (Anggota Tubuh)
            Rangka apendikular meliputi tulang bahu, tulang panggul, tulang anggota gerak atas, dan tulang anggota gerak bawah.
            • Tulang Bahu
              tulang bahu

            • Tulang Panggul
              tulang panggul

            • Tulang Anggota Gerak Atas
              tulang anggota gerak atas

            • Tulang Anggota Gerak Bawah
              tulang anggota gerak bawah

          Sumber:https://idschool.net/smp/sistem-gerak-pada-manusia-rangka-sendi-dan-otot/

          KONSEP GAYA DAN HUKUM NEWTON

          Jika seseorang mendorong sebuah meja, menarik sebuah balok dengan tali atau memukul sebuah kaleng maka meja dan balok tersebut akan bergerak sedangkan kaleng tersebut akan penyok (berubah bentuk). Jadi gaya adalah suatu dorongan atau tarikan yang menyebabkan suatu benda mengalami gerak atau berubah bentuk. Salah satu cara untuk mengukur besarnya gaya adalah dengan menggunakan neraca pegas. Gaya diberi notasi F dan satuan gaya adalah Newton (N). Gaya merupakan besaran vektor yaitu besaran yang memiliki besar dan arah. Fisikawan mengenal empat gaya di alam yang disebut gaya-gaya fundamental yaitu :
          1. Gaya gravitasi.
          2. Gaya elektromagnetik.
          3. Gaya nuklir kuat.
          4. Gaya nuklir lemah.
          Konsep Gaya
          Gaya gravitasi adalah gaya yang bekerja antara bumi dengan sebuah benda yang berada di dekat permukaan bumi, gaya ini disebut berat benda. Gaya gravitasi juga bekerja antara matahari dengan bumi dan planet planet yang lain. Gaya elektromagnet meliputi gaya listrik dan gaya magnet. Gaya nuklir kuat dan lemah bekerja diantara partikel-partikel yang terpisah di dalam ruang.
          Dalam mekanika dikenal empat gaya populer, antara lain berat benda, gaya gesek, tegangan tali dan gaya normal. Berat benda adalah gaya yang dialami oleh suatu benda karena pengaruh gaya tarik bumi yang arahnya menuju pusat bumi. Gaya gesek adalah gaya yang dialami oleh suatu benda yang bergerak di atas lintasan yang kasar, yang arahnya selalu berlawanan dengan arah gerak benda. Tegangan tali adalah gaya yang bekerja pada tali jika suatu benda digantung dengan tali karena pengaruh dari gaya berat. Dan gaya normal adalah gaya yang arahnya selalu tegak lurus dengan bidang benda berada.
          Hukum-hukum Newton Tentang Gerak
          1). Hukum I Newton (Hukum Kelembaman)
          Hukum ini menyatakan bahwa suatu benda akan cenderung mempertahankan keadaan diam atau bergerak lurus beraturan jika tidak ada gaya yang bekerja pada benda tersebut atau gaya total yang bekerja pada benda tersebut sama dengan nol. Atau dikatakan bahwa benda yang diam akan tetap diam dan benda yang bergerak lurus dengan kecepatan tetap akan tetap bergerak lurus dengan kecepatan tetap. Pernyataan Hukum I Newton ini secara matematis dapat dituliskan sebagai: ?F = 0 (Jumlah dari semua gaya yang bekerja sama dengan nol.)
          2). Hukum II Newton
          Hukum Newton ini menyatakan bahwa resultan gaya yang bekerja pada suatu benda akan menghasilkan percepatan yang arahnya sama dengan arah resultan gaya tersebut dan berbanding lurus dengan besar gaya dan berbanding terbalik dengan massa benda. Atau dapat dikatakan bahwa percepatan suatu benda dengan resultan gaya dan berbanding terbalik dengan massanya. Secara matematis dituliskan sebagai :
          Hukum Newton 2
          Gaya dinyatakan dalam satuan Newton, massa dalam satuan kg dan percepatan dalam satuan meter per detik. Semakin besar massa benda maka semakin besar gaya yang diperlukan dan semakin besar percepatan suatu benda maka gaya yang diperlukan juga akan semakin besar Hukum II Newton ini dapat pula dinyatakan dengan laju perubahan momentum sebuah benda yang bergerak sebanding dan searah dengan gaya yang mempengaruhinya dan diformulasikan sebagai:
          F = d(mv) / dt
          Gaya merupakan turunan dari fungsi momentum suatu benda terhadap waktu. Jika massa benda adalah tetap maka:
          F = m dv/dt
          Gaya merupakan hasil kali antara massa benda dengan turunan fungsi kecepatan suatu benda terhadap waktu.
          3). Hukum III Newton
          Hukum III Newton disebut juga sebagai hukum aksi-reaksi, karena hukum ini membahas tentang gaya reaksi yang disebabkan oleh gaya aksi. Syarat berlakunya hukum III Newton ini adalah gaya aksi-reaksi harus bekerja pada dua benda yang berlainan dan arah kedua gaya tersebut adalah berlawanan. Hukum ini menyatakan jika suatu benda mengerjakan gaya pada benda lain, maka benda yang kedua ini akan mengerjakan gaya pada benda pertama yang besarnya sama dan arahnya berlawanan. Secara matematis dituliskan sebagai:
          Faksi = -Freaksi
          Besarnya gaya reaksi sama dengan besarnya gaya aksi. Tanda negatif menyatakan bahwa arah gaya reaksi berlawanan dengan arah gaya aksi.
          Penerapan hukum-hukum Newton
          Di bawah ini contoh penerapan hukum newton :
          1) Benda di atas bidang datar licin, dipengaruhi gaya yang membentuk sudut tertentu terhadap arah gerak benda.
          Besarnya percepatan suatu benda yang ditarik dengan gaya yang membentuk sudut ? tergantung dari gaya dan massa benda. Semakin besar sudutnya maka percepatan benda akan semakin kecil karena nilai cos sudut tersebut semakin kecil, semakin besar gaya maka percepatan akan semakin besar dan semakin besar massa benda maka nilai percepatan akan semakin kecil.
          2) Dua buah benda dihubungkan dengan tali yang melalui katrol licin, dengan salah satu benda berada di atas bidang datar licin dan yang lainnya tergantung.
          Besarnya percepatan dari dua balok yang dihubungkan oleh katrol licin, satu balok terletak pada bidang datar dan yang lain tergantung dapat ditentukan dengan membagi massa balok yang tergantung dengan jumlah massa kedua balok.
          Tegangan tali merupakan hasil kali antara massa balok yang terletak pada bidang datar dengan percepatan. Tegangan tali dinyatakan dalam satuan Newton.
          3) Dua buah benda dihubungkan dengan tali yang melalui katrol yang licin, kedua benda dalam keadaaan tergantung ( m2 > m1 ).
          Percepatan kedua balok dapat ditentukan dengan membagi selisih massa kedua balok dengan jumlah massa kedua balok kemudian hasilnya dikalikan dengan percepatan gravitasi bumi. Percepatan gravitasi bumi dinyatakan dengan satuan m/det2.
          Tegangan tali dapat ditentukan dengan mengalikan massa m1 dengan jumlah dari nilai percepatan gravitasi bumi dengan percepatan .
          4) Benda berada di bidang miring licin yang membentuk sudut tertentu.
          Besarnya percepatan suatu balok yang meluncur pada bidang miring tergantung dari nilai sinus sudutnya dikalikan besarnya percepatan gravitasi bumi, semakin besar sudutnya maka percepatannya akan semakin besar. Percepatan balok tidak tergantung pada massa balok.
          5) Gaya normal atau berat benda/orang yang berada di dalam lift.
          (a) Lift diam atau bergerak lurus beraturan
          Besarnya gaya normal orang atau berat orang sama dengan massa dikalikan percepatan gravitasi. Gaya normal orang atau berat orang dinyatakan dalam satuan newton.
          (b). Lift bergerak ke bawah dengan percepatan a
          Gaya normal orang yang berada di dalam lift yang bergerak ke bawah sama dengan selisih antara percepatan gravitasi dengan percepatan lift dikalikan massa. Semakin besar percepatan benda maka besarnya gaya normal akan semakin kecil.
          (c). Lift bergerak ke atas dengan percepatan a
          Gaya normal orang yang berada di dalam lift yang bergerak ke atas sama dengan jumlah percepatan gravitasi dengan percepatan lift dikalikan dengan massa. Semakin besar percepatan lift maka besarnya gaya normal akan semakin besar pula.
          (d). Tali lift putus atau lift bergerak ke bawah dengan percepatan g
          Gaya normal orang yang berada di dalam lift yang bergerak ke bawah dengan percepatan g adalah sama dengan nol, artinya terjadi gerak jatuh bebas.


          Sumber:http://vhiblues.blogspot.com/2013/12/hukum-newton-konsep-gaya-dan-penerapan.html